FOKUSKITA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengambil langkah agresif untuk memperluas jangkauan pasar dan investasi daerah. Kabupaten Ciamis resmi unjuk gigi dalam ajang bergengsi Jogja Tourism, Craft, Trade and Investment (TCTI) Expo 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Plaza Malioboro, Yogyakarta.
Berada di pusat keramaian destinasi wisata utama Kota Yogyakarta, partisipasi Ciamis dimanfaatkan secara optimal untuk mengenalkan kekayaan potensi investasi daerah, pariwisata, hingga produk ekonomi kreatif unggulan asal Tatar Galuh.
Batik Bebegig Hingga Produk Kriya Ciamis Pikat Turis Mancanegara
Tidak sekadar membawa peta peluang investasi, stand pameran DPMPTSP Ciamis tampil atraktif dengan memboyong langsung ragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu yang menjadi bintang pameran dan paling banyak mencuri perhatian publik adalah Batik Bebegig Ciamis. Wastra khas Ciamis ini bahkan sukses memikat antusiasme pengunjung lokal hingga wisatawan mancanegara.
Selain batik, berbagai produk kriya dan olahan pangan inovatif khas Ciamis turut dipamerkan, antara lain:
- Produk Kriya: Kerajinan ramah lingkungan berbahan dasar sabut kelapa serta kriya khas lokal.
- Kuliner Inovatif: Aneka olahan penganan seperti keripik tulang ikan, keripik jamur, hingga keripik paria yang unik dan bergizi.
Strategi Perluas Akses Pasar dan Garap Peluang Investasi
Kepala DPMPTSP Kabupaten Ciamis, Eka Oktaviana, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang skala nasional ini merupakan bagian dari langkah taktis pemerintah daerah dalam menjemput bola untuk menarik minat investor sekaligus membukakan jalan bagi UMKM lokal masuk ke rantai pasok yang lebih luas.
“Melalui pameran ini, kami ingin memperkenalkan kekayaan produk unggulan Ciamis kepada pasar yang lebih luas. Respons pengunjung sangat positif, termasuk dari wisatawan mancanegara yang menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap kriya dan Batik Bebegig khas Ciamis. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ungkap Eka.
Keseriusan Ciamis dalam menarik arus penanaman modal juga didukung oleh komitmen kemudahan perizinan berbasis digital (OSS-RBA) serta iklim investasi daerah yang kondusif.
Ajang Kolaborasi 11 Daerah Se-Indonesia
Ajang Jogja TCTI Expo 2026 menjadi wadah kolaborasi antarwilayah yang diikuti oleh 11 pemerintah kabupaten/kota dari berbagai wilayah di Indonesia.
Selain Kabupaten Ciamis, peserta yang turut ambil bagian di antaranya Kabupaten Bondowoso, Kudus, Lamongan, Lampung Utara, Mappi, Sumedang, Tulungagung, serta Kota Makassar, Semarang, dan Yogyakarta selaku tuan rumah.
Melalui ajang promosi silang ini, Pemkab Ciamis optimistis nilai realisasi investasi daerah dan daya saing produk UMKM Ciamis dapat terus melonjak naik di peta ekonomi nasional.
Redaksi Fokuskita.com akan terus mengawal perkembangan investasi dan kemajuan UMKM di Jawa Barat secara akurat dan terpercaya.







