Beranda / JAWA BARAT / Disdik Jabar Pembersihan Sungai Gandeng Indonesia dan Belgia, Dorong Pendidikan Lingkungan Jadi Bagian dari Karakter Siswa, Bukan Sekadar Seremoni

Disdik Jabar Pembersihan Sungai Gandeng Indonesia dan Belgia, Dorong Pendidikan Lingkungan Jadi Bagian dari Karakter Siswa, Bukan Sekadar Seremoni

Bandung — Gerakan bersih-bersih di sekolah selama ini sering berhenti di tingkat seremonial: foto bersama, spanduk, lalu selesai. Dinas Pendidikan Jawa Barat kini berupaya mengubah pola itu melalui kolaborasi dengan River Cleanup Indonesia dan River Cleanup Belgia, yang diarahkan untuk mewujudkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter peserta didik.

Pertemuan yang digelar di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/2026), itu membahas tiga agenda utama: penguatan program Plastic Clever School , pengembangan sekolah percontohan (prototype), serta rencana penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama formal ke depan.

“Bukan Cuma Bersih-Bersih”

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa program lingkungan di sekolah harus didasarkan pada tiga nilai sekaligus: ekologi, sosial, dan spiritual — bukan sekadar aksi bersih-bersih tahunan.

“Gerakan lingkungan tidak hanya tentang kegiatan bersih-bersih, tetapi bagaimana membangun kepedulian peserta didik melalui pembelajaran dan praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Purwanto juga menyampaikan apresiasi terhadap rencana pengembangan program River School di satuan pendidikan Jawa Barat, sekaligus mendorong pelibatan siswa SMA/SMK sebagai relawan dan perluasan komunitas River Cleanup Indonesia hingga ke tingkat kabupaten/kota. Pertemuan tersebut juga menjajaki peluang kolaborasi melalui program Gandrung Mulasara sebagai ruang bersama memperkuat gerakan lingkungan di Jawa Barat.

Purwakarta Jadi Pintu Masuk Program Sekolah Pintar Plastik

Program Plastic Clever School , yang menyasar jenjang SD dan SMP, akan berjalan melalui pendampingan berkelanjutan selama satu periode penuh — bukan program sekali jalan — agar sekolah benar-benar mampu membangun budaya peduli lingkungan secara mandiri.

Setiap peserta sekolah akan menunjuk seorang Pemimpin Sekolah , yaitu guru koordinator yang bertanggung jawab menggerakkan aksi lingkungan di lingkungannya. River Cleanup Indonesia akan mendukung proses ini dengan modul pembelajaran untuk peningkatan SD dan SMP, ditambah Teacher Toolkit bagi guru dan Workbook /LKS bagi siswa.

Sebagai tahap awal, program akan diujicobakan melalui sejumlah prototipe sekolah selama satu tahun, dengan Kabupaten Purwakarta diusulkan sebagai lokasi perdana . Sekolah-sekolah percontohan ini diharapkan menjadi model praktik baik yang bisa direplikasi secara mandiri oleh sekolah lain di Jawa Barat.

Sudah Berjalan di 20 Sekolah, Target Diperluas ke Seluruh Jabar

Program ini bukan sekedar rencana di atas kertas. River Cleanup Indonesia mencatat, saat ini kegiatan telah melibatkan 20 sekolah jenjang SD dan tiga kelurahan, dengan kegiatan “sekolah sungai” yang rutin diadakan setiap Sabtu, didukung tiga unit pendampingan di lapangan.

Sabine, perwakilan River Cleanup, berharap para pelajar tak berhenti pada pemahaman soal persoalan sampah plastik, namun benar-benar bergerak lewat aksi nyata bersama sekolah, teman, dan komunitas — semangat yang ia rangkum lewat tagline ” Bersama untuk Sungai Bersih “.

Momentum September: Bersih-bersih Besar-besaran di Tiga Titik

Kolaborasi ini juga akan disinkronkan dengan perayaan World Cleanup Day (WCD) melalui kegiatan puncak Big Cleanup pada September 2026, yang akan melibatkan siswa SMP dan SMA di tiga titik pelaksanaan. Di luar agenda besar itu, aksi lokal tetap didorong melalui jalur ekstrakurikuler, komunitas sekolah, maupun OSIS di masing-masing satuan pendidikan.

Menuju Kerja Sama Formal

Project Manager River Cleanup Indonesia, Egar Anugrah, menyebut tujuan utama kolaborasi ini adalah mengakselerasi gerakan kepedulian lingkungan melalui sinergi lintas pihak.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat dimasifkan hingga menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat,” katanya.

Ke depan, kerja sama antara Disdik Jabar dan River Cleanup Indonesia akan dikukuhkan melalui penyusunan MoU sebagai landasan formal penguatan pendidikan lingkungan berkelanjutan — langkah yang diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya paham isu lingkungan, tapi juga menjadi penggerak perubahan lewat aksi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *