Tuban — Angka “ke-87” bukan sekadar nomor urut acara. Itu adalah bukti konsistensi: sudah puluhan kali Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menggelar pasar murah di berbagai penjuru Jawa Timur, dan Rabu (29/7/2026), giliran Lapangan Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang menjadi lokasi ke-87.
Bagi Khofifah, pasar murah bukan sekadar seremoni bagi-bagi sembako. Ini adalah instrumen kebijakan yang memiliki tujuan spesifik: menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi harian.
“Pasar murah hadir untuk memastikan dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Selain membantu menjaga daya beli, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan,” kata Khofifah.
Daftar Harga: Semua di Bawah Harga Pasar
Berikut rincian harga bahan pokok yang bisa didapatkan masyarakat Tuban dalam pasar murah kali ini — seluruhnya dipatok di bawah harga pasaran umum:
| Bahan Pokok | Harga | Satuan |
|---|---|---|
| Beras premium | Rp14.000 | per kilogram |
| Beras medium | Rp11.000 | per kilogram |
| Minyak goreng | Rp13.000 | per liter |
| Telur ayam ras | Rp20.000 | per kemasan |
| Tepung | Rp10.000 | per kilogram |
| Gula pasir | Rp14.000 | per kilogram |
| Bawang putih | Rp6.000 | per 250 gram |
| Bawang merah | Rp6.000 | per 250 gram |
| Paket cabai | Rp5.000 | per 200 gram |
| Daging ayam ras | Rp32.000 | per bungkus |
“Pasar murah merupakan salah satu instrumen strategi untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok,” tegas Khofifah.
Bukan Kerja Sendiri — Ada BUMD dan Pelaku Usaha di Baliknya
Keberhasilan program ini, menurut Khofifah, tidak lepas dari sinergi pihak lintas: pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memastikan distribusi pangan tetap lancar dan harga tetap terjaga stabil.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperluas pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Belanja Murah: Panggung bagi UMKM Lokal
Yang membuat program ini punya dampak berlapis adalah fungsi gandanya. Selain menahan laju harga dan meringankan beban belanja rumah tangga, pasar murah versi Khofifah ini juga sengaja dirancang jadi ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM setempat — memberi mereka akses pasar yang lebih luas untuk produk-produk lokal.
“Menggerakkan kerakyatan ekonomi, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memastikan manfaat kegiatan ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkas Khofifah.
Dengan rekam jejak 87 kali pelaksanaan dan komitmen untuk terus memperluas jangkauannya, program ini menegaskan pendekatan Pemprov Jawa Timur dalam menangani isu harga pangan: bukan cuma reaktif saat harga melonjak, tapi hadir rutin dan terjadwal di tengah masyarakat.










