FOKUSKITA.COM – Kota Tangerang yang kini dikenal sebagai kota industri, jasa, pendidikan, dan permukiman modern ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang.
Pada era 1980-an hingga 1990-an, sejumlah kawasan di Kota Tangerang pernah dikenal sebagai lokasi mangkal pekerja seks komersial (PSK) maupun praktik prostitusi terselubung.Kini, sebagian besar kawasan tersebut telah berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat, kawasan bisnis, hingga permukiman yang lebih tertata.
Mengingat sejarah ini bukan untuk membuka luka lama ataupun memberi stigma kepada suatu wilayah, melainkan sebagai pengingat bahwa sebuah kota mampu berbenah dan berubah menjadi lebih baik.
Lima Kawasan yang Pernah Dikenal MasyarakatBerdasarkan catatan pemberitaan, arsip, dan cerita masyarakat yang hidup pada masa tersebut, beberapa kawasan yang pernah dikenal memiliki aktivitas prostitusi antara lain:
1. Selapajang, Neglasari :Kawasan Selapajang yang berada di jalur menuju Bandara Soekarno-Hatta pernah dikenal sebagai salah satu titik mangkal PSK pada era 1980-an hingga 1990-an. Seiring berkembangnya kawasan bandara dan meningkatnya pengawasan pemerintah, aktivitas tersebut perlahan menghilang. Bahkan hingga beberapa tahun terakhir, Satpol PP masih sesekali melakukan penertiban terhadap praktik prostitusi liar di kawasan ini.
2. Sekitar Terminal Poris Plawad : Terminal Poris Plawad pernah menjadi salah satu kawasan yang ramai aktivitas transportasi antarkota. Pada malam hari, area di sekitar terminal juga kerap disebut warga lama sebagai lokasi mangkal PSK. Kini kawasan tersebut telah mengalami penataan dan pengawasan yang jauh lebih baik.
3. Pasar Induk Tanah Tinggi Selain menjadi pusat perdagangan, kawasan sekitar Pasar Induk Tanah Tinggi juga pernah beberapa kali dikaitkan dengan praktik prostitusi terselubung. Dalam beberapa tahun terakhir, Satpol PP Kota Tangerang masih melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas yang melanggar ketertiban umum di kawasan tersebut.
4. Koridor Jalan Daan Mogot :Sebelum berkembang menjadi kawasan yang padat seperti sekarang, sejumlah titik di sepanjang koridor Jalan Daan Mogot wilayah Batuceper hingga Tanah Tinggi pernah dikenal masyarakat sebagai lokasi mangkal PSK pada malam hari. Informasi ini lebih banyak berasal dari cerita warga lama dan belum banyak terdokumentasi dalam arsip resmi.
5. Dadap, Kosambi : Meski secara administratif berada di Kabupaten Tangerang, kawasan Dadap memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Tangerang Raya. Kawasan ini pernah menjadi salah satu lokalisasi terbesar di wilayah Tangerang sebelum akhirnya ditutup dan ditertibkan oleh pemerintah.
Kota Tangerang Terus BerbenahMemasuki era otonomi daerah, Pemerintah Kota Tangerang mulai memperkuat penegakan berbagai peraturan daerah terkait ketertiban umum. Salah satu kebijakan yang dikenal luas adalah Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, disertai peningkatan pengawasan terhadap penyakit masyarakat, penataan ruang kota, serta penertiban tempat usaha yang melanggar aturan.Di sisi lain, pembangunan jalan, ruang terbuka hijau, pusat perbelanjaan, kawasan permukiman, dan kawasan industri turut mengubah wajah Kota Tangerang menjadi lebih modern dan nyaman.
Sejarah sebagai Pengingat Perubahan Kota Tangerang menunjukkan bahwa persoalan sosial bukanlah sesuatu yang tidak bisa diatasi. Dengan komitmen pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan partisipasi warga, berbagai kawasan yang dahulu memiliki citra negatif kini telah bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih aman dan produktif.
Sejarah seharusnya menjadi bahan pembelajaran, bukan untuk menghakimi masa lalu ataupun memberi stigma terhadap suatu wilayah. Justru, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Tangerang mampu berkembang menjadi kota yang lebih tertib, lebih aman, dan lebih baik bagi seluruh masyarakatnya.









