FOKUSKITA.COM – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali meningkat signifikan. Sejak Jumat malam (4/9) hingga Minggu pagi (6/9/2026), gunung api aktif tersebut mencatatkan salah satu runtutan erupsi menerus terkuat sepanjang tahun 2026. Gelombang suara dentuman dilaporkan merambat hingga wilayah Jawa Barat, sementara hujan abu halus mulai berdampak ke permukiman pesisir.
Dentuman Misterius Terasa hingga Bandung
Letusan kuat yang bersumber dari kantong magma utama Gunung Anak Krakatau terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum hingga 70 mm dan durasi gempa letusan mencapai ribuan detik. Fenomena ini memicu gelombang suara frekuensi rendah (infrasound) yang merambat melalui atmosfer.
Sejumlah warga di wilayah Pesisir Banten, Lampung, hingga kawasan Bandung Raya mengaku mendengar suara dentuman beruntun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa suara tersebut murni berasal dari aktivitas erupsi eksplosif Anak Krakatau dan bukan akibat fenomena geologi lain.
Sebaran Abu Vulkanik dan Dampak Lingkungan
Paparan abu vulkanik berhembus ke arah timur dan timur laut. Beberapa wilayah terimbas antara lain:
- Pesisir Banten & Serang: Terjadi hujan abu tipis yang menyelimuti kendaraan dan jalan raya, menyebabkan jarak pandang sedikit berkurang.
- Bandar Lampung & Tanggamus: Sebagian pemukiman warga melaporkan tumpukan abu halus di halaman rumah dan atap gedung.
- Aktivitas Transportasi: Otoritas penerbangan dan penyeberangan tetap memantau ketat pergerakan sebaran abu vulkanik demi memastikan keamanan lintasan Selat Sunda.
PVMBG: Status Level III (Siaga), Potensi Tsunami Sangat Kecil
Badan Geologi Kementerian ESDM memadukan pemantauan Tiltmeter dan RSAM untuk memetakan dinamika vulkanik terkini. Saat ini status Gunung Anak Krakatau dipertahankan pada Level III (Siaga).
“Potensi ancaman saat ini berfokus pada lontaran batu pijar, aliran lava, dan paparan abu lebat di sekitar tubuh gunung. Ancaman adanya tsunami akibat erupsi ini sangat kecil atau bahkan tidak ada. Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung diimbau tidak panik,” tegas pihak teknis pengamatan vulkanik.
Imbauan Resmi Bagi Masyarakat
- Radius Aman 3 Km: Warga, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
- Penggunaan Masker: Warga yang berada di kawasan terdampak hujan abu disarankan mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi iritasi pernapasan serta mata.
- Caring Informasi Resmi: Masyarakat diminta selalu memantau info terverifikasi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat serta menghindari narasi bohong (hoaks) yang memicu kepanikan massal.
Tim redaksi FOKUSKITA.COM terus menyiagakan koresponden di lapangan untuk memantau perkembangan situasi terkini di pesisir Selat Sunda.









