Beranda / KABUPATEN TANGERANG / Pantau Program Gebrak Pakumis di Tigaraksa, Bupati Tangerang Instruksikan Penyediaan Air Bersih dan Layanan Kesehatan Warga

Pantau Program Gebrak Pakumis di Tigaraksa, Bupati Tangerang Instruksikan Penyediaan Air Bersih dan Layanan Kesehatan Warga

FOKUSKITA.COM, TANGERANG – Penjabat (Pj) Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Tigaraksa, Rabu (15/07/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung eksekusi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus memastikan bantuan yang digelontorkan pemerintah daerah tepat sasaran.

Dalam peninjauan tersebut, Maesyal Rasyid menyambangi rumah calon penerima manfaat di Kampung Babakan, Desa Pematang, serta memeriksa hasil pembangunan RTLH yang telah rampung di Desa Cileles. Ia menegaskan pentingnya integrasi program, di mana penerima manfaat tidak hanya mendapatkan hunian yang kokoh, tetapi juga jaminan akses sanitasi dan air bersih yang layak.

“Hari ini kami turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi warga calon penerima maupun hasil program RTLH yang sudah berjalan. Kami ingin memastikan setelah dibangun, rumah ini benar-benar sehat, layak dihuni, dan didukung oleh akses air bersih yang memadai,” ujar Maesyal Rasyid di sela-sela peninjauan.

Sentuhan Kemanusiaan di Desa Pematang

Titik pertama yang disambangi Bupati adalah kediaman Ibu Dalilah di Kampung Babakan, Desa Pematang. Rumah tersebut dipastikan masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi melalui program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, yaitu Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh, dan Miskin (Gebrak Pakumis).

“Kami datang langsung ke kediaman Ibu Dalilah untuk memastikan proses rehabilitasi segera berjalan. Ini adalah wujud komitmen nyata Pemkab Tangerang dalam menekan angka hunian kumuh, yang kami lakukan secara bertahap dan konsisten,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, kunjungan ini juga diwarnai aksi tanggap sosial. Mengetahui Ibu Dalilah sedang dalam kondisi sakit, Maesyal Rasyid langsung menginstruksikan petugas Puskesmas setempat yang mendampingi kunjungan untuk segera melakukan pemeriksaan medis di tempat dan memberikan pengobatan gratis.

“Pemerintah daerah hadir secara komprehensif. Hari ini, kondisi kesehatan Ibu Dalilah juga langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas. Semoga beliau lekas sembuh,” tambahnya.

Solusi Cepat Krisis Air Bersih

Selain persoalan dinding dan atap rumah, Bupati merespons cepat keluhan warga mengenai sulitnya akses air bersih, terutama saat memasuki musim kemarau. Menanggapi aspirasi tersebut, ia langsung memberikan instruksi tegas kepada Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan langkah taktis.

“Mengenai kebutuhan air bersih, saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perkim untuk segera mendistribusikan toren dan tangki air sebagai solusi jangka pendek. Untuk jangka panjangnya, akan segera dilakukan pengeboran sumur agar masyarakat memiliki sumber air bersih mandiri yang stabil,” tegas Bupati.

Apresiasi dari Penerima Manfaat di Desa Cileles

Usai meninjau persiapan di Desa Pematang, Bupati beserta rombongan bertolak ke Desa Cileles untuk melihat fisik bangunan RTLH yang telah selesai direhabilitasi. Tiga rumah yang dipantau merupakan milik Ibu Jakari, Ibu Amaidah, dan Ibu Asmin.

Di lokasi tersebut, Bupati berdialog santai dengan para pemilik rumah guna memastikan kualitas pengerjaan bangunan memberikan rasa aman dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Ibu Jakari, salah satu warga penerima manfaat, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya saat berbincang langsung dengan orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memperbaiki rumah kami. Sekarang rumah kami sudah bagus, kokoh, dan nyaman dihuni. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” tutur Ibu Jakari dengan mata berkaca-kaca.

Program Gebrak Pakumis ini terus diakselerasi oleh Pemkab Tangerang sebagai salah satu instrumen utama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di wilayah Kabupaten Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *